Persiapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan, LP3M IAI-UW Jombang Gelar Pembekalan KKN 2026

JOMBANG – Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Urwatul Wutsqo Jombang resmi membekali ratusan mahasiswanya sebelum terjun ke masyarakat. Acara pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 ini digelar di kampus setempat pada Kamis (29/1/2026).

Mengusung tema “Dakwah Ramah Masyarakat: Penguatan Moderasi Beragama Melalui Qur’any”, kegiatan ini diikuti oleh 139 mahasiswa dan 14 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Fokus di Lima Kecamatan Jombang

Ketua Panitia KKN, Desy Naelasari, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini akan dikonsentrasikan di wilayah Kabupaten Jombang. Sebanyak 14 kelompok mahasiswa akan disebar di lima kecamatan, yakni Bareng, Ngoro, Mojowarno, Jogoroto, dan Wonosalam.

“KKN dijadwalkan mulai berjalan pada 4 Februari mendatang dengan durasi selama 40 hari,” lapor Desy dalam sambutannya.

Ketua LP3M, Ahmad Budiyono, M.Pd., menekankan bahwa KKN adalah fase transisi dari teori di bangku kuliah menuju “laboratorium kehidupan”. Ia menitipkan tiga pesan utama atau yang ia sebut sebagai “jimat” bagi para peserta:

Jadilah Da’i yang Ramah, Bukan Penceramah yang Menggurui: Mahasiswa diminta tidak menggurui dan wajib menghargai kearifan lokal (local wisdom). Dakwah Qur’any harus dilakukan secara bijaksana (bil-hikmah). Jaga Marwah Almamater dan Nilai Pesantren: Akhlak di lapangan lebih diperhatikan masyarakat daripada IPK. Satu tindakan terpuji akan mengharumkan kampus, namun satu kesalahan etika akan berdampak luas. Kolaborasi dan Hilangkan Ego Sektoral: Menghilangkan ego pribadi dan saling melengkapi antarprodi (seperti PAI dan MPI) dalam kerja tim.” tegas Ahmad Budiyono

Penekanan pada Akhlak dan Kehormatan Institusi

Mewakili Rektor IAI Al-Urwatul Wutsqo, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Ibu Dr. Hj. Chumaidah S.Yc., M.Pd., secara resmi membuka acara tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kehormatan institusi.

“KKN adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu. Pesan Ibu Rektor, jaga nama baik almamater, kedepankan akhlakul karimah, dan pastikan kekompakan tim dalam menyusun serta melaksanakan program kerja hingga tuntas,” tegas Dr. Hj. Chumaidah.

Pembekalan Materi Komprehensif

Guna mematangkan kesiapan mahasiswa, LP3M menghadirkan empat narasumber ahli yang mengupas berbagai aspek krusial:

  • Dr. Hj. Qurrotul Ainiyah, M.HI. memaparkan materi aplikasi Moderasi Beragama.
  • Ahmad Ali Sukron Aziz Al Mubarok, M.Pd.I. (Universitas Uluwiyah Mojokerto) menjelaskan teknis program pengabdian.
  • M. Basyir Baick, M.Fil. mengulas strategi dakwah ramah masyarakat.
  • Sugiyanto, M.Pd. memberikan panduan mengenai metode Qur’any sebagai pijakan KKN.
  • Ahmad Budiyono, S.Pd.I., M.Pd. memberikan arahan tentang pedoman Pelaksanaan KKN 2026.

Secara bersamaan di Lantai 2, dilakukan pula agenda pengarahan khusus bagi para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang dipimpin langsung oleh Ketua LP3M untuk menyamakan persepsi dalam pendampingan mahasiswa di lokasi pengabdian.

Melalui pembekalan ini, LP3M IAI Al-Urwatul Wutsqo berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang moderat dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Jombang.

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *